Sel darah merah atau eritrosit merupakan salah satu jenis sel yang penting yang terdapat dalam darah. Di dalam darah sendiri terdapat sel lain, seperti sel darah putih dan plasma. Sederhananya, sel darah merah dengan dibantu dipompa oleh jantung berfungsi mengantarkan oksigen dan zat makanan ke jaringan-jaringan di seluruh tubuh kita. Untuk lebih rincinya, simak penjelasan dibawah ini.

Pengertian Sel Darah Merah

Sel darah merah dalam bahasa inggris dikenal dengan erythrocyte atau red blood cell. Sebenarnya erythrocyte berasal dari bahasa yunani yakni erythros yang artinya merah dan kytos yang artinya selubung sel. Disebut sel darah merah karena memang warnanya yang kuning kemerahan. Warna merah ini berasal dari hemoglobin yang membentuk eritrosit. Sedangkan hemoglobin dibentuk oleh zat besi.

Pada manusia sel darah merah ini dibentuk di bagian sumsum tulang belakang, limpa dan hati. Kecepatan laju pembentukannya sekitar 2 juta erosit per detik. Terdapat beberapa tahap pembentukan sel darah merah di dalam sumsum tulang belakang. Pertama, sel darah merah akan membesar dan berisi esame namun tidak mengandung hemoglobin. Setelah itu, sel darah merah mulai memuat hemoglobin dan kehilangan nukleusnya. Kemudian sel darah merah siap diedarkan melalui sirkulasi darah dan beredar kurang lebih selama 114 – 115 hari. Jadi, lama aktifnya sel darah merah tidak lebih dari 120 hari. Setelah itu, sel darah merah akan dihancurkan dan mati. Hemoglobin yang keluar dari sel darah merah yang mati tadi akan terurai menjadi dua zat baru yaitu hematin yang mengandung zat besi. Zat besi ini berguna untuk membentuk eritrosit baru.

Sel Darah Merah

Sel Darah Merah

Bentuk sel darah merah jika dilihat dengan mikroskop terlihat berbentuk cakram/ kepingan bikonkaf dan tidak mempunyai inti. Sel darah merah berdiameter sekitar 7,7 unit (0,007 mm) dan tidak dapat bergerak. Terdapat sebanyak kira-kira 5 juta sel darah merah di dalam 1 mm3 darah (41/2 juta). Dengan demikian, sel darah merah merupakan kandungan paling banyak dalam darah.

Fungsi Sel Darah Merah

Setelah dibentuk, sel darah merah akan menyebar membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan-jaringan di tubuh. Oksigen ini diikat oleh hemoglobin yang terdapat di dalam sel darah merah. Sel darah merah akan melepaskan oksigen melalui pembuluh kapiler yang dilaluinya. Pada saat bersamaan, sel darah merah juga akan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikembalikan ke paru-paru.

Selain itu, sel darah merah juga menjadi faktor penting dalam kekebalan tubuh kita. Hemoglobin dalam sel darah merah akan mengeluarkan radikal bebas yang bisa menghancurkan dan membunuh bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Bakteri ini biasa disebut membrane sel pathogen.

Eritrosit juga bisa melebarkan pembuluh darah dan melancarkan arus darah menuju jaringan yang kekurangan oksigen dengan cara melepaskan senyawa S-nitrosothiol. Sel darah merah juga menjadi penentu golongan darah seseorang. Penggolongan ini ditentukan oleh ada atau tidaknya antigen bernama aglutinogen dalam sel darah merah. Ada dua antigen yang telah dikenali dalam sel darah merah, yaitu antigen A dan antigen B. Jadi, misalnya seseorang akan digolongkan memiliki golongan darah A, jika di dalam sel darah merahnya terdapat antigen A dan plasma darahnya memiliki aglutinin β (anti-B).

Itulah penjelasan singkat mengenai sel darah merah dari mulai pengertian hingga fungsinya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan Anda.